Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Friday, August 12, 2011

Usap Tangismu Mbak

Bismillahirrahmanirrahim..

Melihat sebuah keluarga yang mampu mencukupi semua kebutuhan, kadang kala membuatku iri. Bukan karna aku tak pandai bersyukur, tapi hal ini membuat aku dan adikku semata wayang harus mau berbagi dalam berbagi hal. Termasuk urusan sekolah dan segala macam urusan.

“Siapa yang mencuri uang Bapak?” ibu menatap aku dan Mamat bergantian. Sedangkan bapak melihat kami dengan geram. Aku yang baru kelas 6 SD tersedut tertunduk ketakutan.

“Siapa?” kata bapak membentak kami.

“Mamat, pak!”

Aku terkejut  melihat adikku yang baru kelas 3 Sd itu sangat berani. Bukan, bukan Mamat yang mengambil uang Bapak. Suaraku tertahan, tak mampu terucap.

Bangun Cinta, Bukan Jatuh Cinta

Kata cinta ternyata mengalami dualisme tergantung kepada nuansa hati ketika kata cinta itu terucap. Mari kita simak beberapa kalimat yang berkaitan dengan kata cinta di bawah ini. (Ruang lingkup bahasan cintanya dibatasi antar manusia -sepasang kekasih-red.-, bukan bahasan cinta yang hakiki pada Sang Khaliq).

Ketika orang sedang jatuh cinta, maka kalimat yang bertebaran biasanya seperti ini :

“Cinta itu sejuta rasanya”, “Cinta membuat hidup lebih berwarna”, “Cintalah yang membuatku tetap bertahan”, “Ketika cinta sudah melekat, gula jawa rasa coklat”, dan sejuta kata lainnya yang bisa dirangkai dan diucapkan berkaitan dengan indahnya cinta.

Lelaki Penembus Hujan

Aku tak mungkin menyalahkan Alloh. Karena dengan izinNya langit menjadi kelabu. Dengan kuasaNya pula Ia hentakkan gundala di setiap penjuru langit. Lalu, satu persatu jutaan cintaNya jatuh menghujam bumi. Di bawah sebatang akasia aku terperangkap, sebab hujan tak kunjung reda. Tubuhku menggigil akibat mendekap erat sebuah janji. Segenggam kata yang telah kita ikrarkan kala senja tempo hari.

Sebenarnya ingin kutembus saja rinai-rinai hujan ini. Tapi, aku sudah tak kuasa. kakiku seperti tertanam, berat untuk melangkah. Tubuhku serasa beku, karena terus dipeluk hujan sepanjang perjalanan tadi. Benar-benar tak sanggup lagi kukayuh sepeda ini. Kupandangi kembali langit, berharap Alloh lembutkan sejenak bait-bait cintaNya.

Wednesday, August 10, 2011

Mengobat Cinta Yang Surut

Ada seseorang yang datang kepada ahli psikiater. Ia mengeluhkan dirinya yang tak lagi mencintai istrinya seperti dulu. Cinta keduanya bermasalah dan mulai layu hingga sampai pada taraf yang menghawatirkan bahkan hampir mati.

Dengan tenang dokter itu berkata, “Baiklah, obatmu sangat ringan.” Spontan saja lelaki itu menukasnya dengan penuh semangat, “Apa itu Dok,?.” Sang dokter pun menjawab, “Cintailah istrimu?.”

Lelaki itu memandangi dokter seraya berseloroh dengan kerasnya, “Aku ini mendatangi Anda mengeluhkan hilangnya cinta di antara aku dan istriku, tapi Anda malah menyuruhku untuk mencintainya, lantas untuk apa aku datang kepadamu?!”